Ahad, 5 April 2009

Al-Imam al-Baihaqi

IMAM AL-BAIHAQI (Berjasa Besar Terhadap Imam asy-Syafi’i Dan Mazhab Syafi’i)
Kamis, 25 Desember 08


Imam al-Haramain, al-Juwaini terkenal dengan ucapannya yang demikian masyhur,“Tidak ada seorang pun yang bermazhab Syafi’i melainkan berhutang budi kepada Imam asy-Syafi’i kecuali Abu Bakar al-Baihaqi, sebab justeru Imam asy-Syafi’i-lah yang berhutang budi kepadanya.”

Imam adz-Dzahabi berkata, “Sesungguhnya Imam al-Baihaqi adalah orang pertama yang mengumpulkan seluruh teks-teks imam asy-Syafi’i.”

Ucapan adz-Dzahabi ini menurut ulama diarahkan kepada penilaian sejauh mana pendalaman dan upaya pencapaian dalam pengumpulan dalil-dalil dan perkataan-perkataan Imam asy-Syafi’i yang dilakukannya. Sebab bila dari sisi yang lain, al-Baihaqi bukanlah orang pertama yang mengumpulkan teks-teks imam asy-Syafi’i secara mutlak. Hal ini disiratkan oleh Imam as-Subki dalam bantahannya terhadap ucapan imam adz-Dzahabi sebagaimana disebutkan dalam Thabaqat asy-Syafi’iyyah.

I. Siapa Imam al-Baihaqi

Ia adalah Imam al-Hafizh, al-‘Allamah, Syaikh dari Khurasan, Abu Bakar Ahmad bin al-Husain bin ‘Ali bin Musa al-Khasrujardi al-Baihaqi, pemilik banyak karya tulis, orang terdepan di zamannya dan abadnya dan al-Hafizh di masanya. Ia termasuk salah seorang murid senior Abu Abdillah al-Hakim. Oleh karena itu, bila ia menyebutkan secara lepas, Abu Abdillah al-Hakim dalam periwayatan-periwayatannya, maka yang dimaksudnya adalah syaikh (guru)nya, al-Imam al-Hakim dimana ia meriwayatkan darinya lebih dari sepuluh ribu riwayat.

Bisa jadi, sebab kecenderungannya kepada mazhab Syafi’i adalah karena terkesan dengan syaikhnya, Abu Abdillah tersebut. Di samping, karena mazhab Syafi’i memiliki pijakan-pijakan yang kokoh. Hal ini dikatakan oleh al-Baihaqi dalam kitabnya, Ma’rifat as-Sunan Wa al-Atsar, “Lalu aku mendapati imam asy-Syafi’i rhm orang yang paling mengikuti sunnah daripada mereka (para ulama yang lain-red), paling kuat hujjahnya dan paling shahih qiyasnya…”

Di antara ulama yang ia ambil dalam mazhab asy-Syafi’i adalah Abu al-Fath, Nashir bin Muhammad al-‘Umari al-Mirwazi, dan ulama selainnya.

Al-Baihaqi mumpuni dalam mazhab Syafi’i dan terkenal di kalangan sahabat-sahabatnya, sampai-sampai ia dinilai sebagai salah seorang pendukung terbesar mazhab Syafi’i dan ulama terkemukanya. Ia dilahirkan pada bulan Sya’ban, tahun 384 H.

II. Syaikh-Syaikhnya

1. Abu al-Hasan, Muhammad bin al-Husain al-‘Alawi. Ia merupakan Syaikhnya yang paling senior.
2. Abu Thahir, Muhammad bin Muhammad bin Mahmasy az-Ziyadi.
3. Abu Abdillah, al-Hafizh al-Hakim.
4. Abu Abdirrahman as-Sullami.
5. Abu Bakar bin Faurik.
6. Abu ‘Ali ar-Rudzbari.
7. Abu Bakar al-Hiri.
8. Ishaq bin Muhammad bin Yusuf as-Susi.
9. Ali bin Muhammad bin Ali as-Saqqa’.
10. Abu Zakaria al-Muzakki.
11. Abu al-Husain bin Bisyran.
12. Abdullah bin Yahya as-Sukkari.
13. Abu al-Husain al-Qaththan.
14. Abu Abdillah bin Nazhif.
15. Al-Hasan bin Ahmad bin Firas, dan lainnya.

Jumlah syaikh-syaikhnya mencapai seratusan orang.

Allah SWT telah memberkahi waktunya, riwayat-riwayatnya dan tindak-tanduknya yang baik di dalamnya (periwayatan). Ia berhasil menjadikan indah bab-bab, para perawi, lafazh-lafazh dan matan-matannya. Di antaranya adalah seperti terdapat dalam kitab as-Sunan al-Kubra.

III. Murid-Muridnya

Ia juga memiliki banyak murid, di antaranya yang masyhur adalah cucunya, Abu al-Hasan, Ubaidullah bin Muhammad bin Abu Bakar; Abu Abdillah al-Farawi; Zahir bin Thahir asy-Syahhami; Abdul al-Jabbar bin Muhammad al-Hiwari; saudaranya, Abdul Hamid bin Muhammad; Abu al-Ma’ali, Muhammad bin Isma’il al-Farisi; Abdul Jabbar bin Abdul Wahhab ad-Dahhan; dan ulama lainnya.

IV. Karya-Karyanya

Ada orang yang mengatakan, karya-karyanya mencapai ribuan juz. Dua orang Hafizh sempat mendengar hadits darinya, yaitu al-Hafizh Ibn ‘Asakir dan Ibn as-Sam’ani.

Ia tinggal sebentar di Baihaq untuk menulis kitab-kitabnya. Ia adalah orang pertama yang mengumpulkan teks-teks asy-Syafi’i dengan berupaya mendapatkan sebanyak-banyaknya dan menelusuri himpunan-himpunannya. Ia berhujjah terhadap itu dengan dalil al-Kitab dan as-Sunnah.

Di antara buku-bukunya itu adalah:

1. Manaqib asy-Syafi’i (satu jilid).
2. Manaqib Ahmad. Dalam satu jilid.
3. Kitab al-Madkhal Ila as-Sunan al-Kabir.
4. Kitab al-Ba’ts wa an-Nusyur (satu jilid).
5. Kitab az-Zuhd al-Kabir (jilid ukuran sedang).
6. Kitab al-I’tiqad (satu jilid).
7. Kitab ad-Da’awat al-Kabir.
8. Kitab ad-Da’awat ash-Shaghir.
9. Kitab al-Asra.
10. Al-Qira’ah Khalf al-Imam.
11. Kitab at-Targhib wa at-Tarhib.
12. Kitab al-Adab.
13. Kitab al-Isra’.
14. Kitab al-Khilafiyyat. (Dua jilid).
15. Kitab al-Arba’in. Dan karya-karya lainnya.

V. Pujian Para Ulama Terhadapnya

Abdul Ghafir berkata, “Beliau mengikuti cara para ulama, puas dengan hal yang sedikit di dunia, mempercantik diri dengan kezuhudan dan kewaraannya.”

Imam al-Haramaian, al-Juwaini berkata, ““Tidak ada seorang pun yang bermazhab Syafi’i melainkan berhutang budi kepada Imam asy-Syafi’i kecuali Abu Bakar al-Baihaqi, sebab justeru Imam asy-Syafi’i-lah yang berhutang budi kepadanya melalui karya-karyanya dalam mendukung mazhabnya.”

Muhammad bin Abdul Aziz al-Mirwazi berkata, “Aku bermimpi seakan ada tabut (kotak) yang naik ke langit di atasnya cahaya. Lalu aku bertanya, ‘Apa ini.?’ Ia menjawab, ‘Ini adalah karya-karya Ahmad al-Baihaqi.’”

Adz-Dzahabi berkata, “Ilmunya diberkahi karena niatnya baik, pemahaman dan hafalannya kuat. Ia menulis buku-buku yang belum pernah dikupas oleh orang sebelumnya.”

Ibn Nashir ad-Din berkata, “Ia merupakan orang nomor satu di zamannya, dan nomor satu di tengah teman-temannya dari sisi hafalan, ketekunan, keterpercayaan dan rujkan.” (al-Ansab:101)

As-Subki berkata, “Imam al-Baihaqi merupakan salah seorang imam kaum Muslimin, penuntun mereka, penyeru kepada tali Allah yang kuat, ahli fiqih yang mulia, hafizh besar, ahli ushul, ahli nahwu, ahli zuhud, wara’, ahli ibadah kepada Allah, pembela mazhabnya baik secara ushul maupun furu’nya dan salah satu ‘gunung’ ilmu. Ia mengambil fiqih dari Nashir al-‘Umari, membaca tentang ilmu kalam berdasarkan mazhab al-Asy’ari, kemudian sibuk dengan aktifitas mengarang setelah menjadi salah satu orang nomor satu di masanya, satria di medannya, ahli hadits yang mumpuni, memiliki akal yang tajam, pemahaman yang cepat dan memiliki sifat yang baik.”

VI. Wafatnya

Beliau wafat pada tanggal 10 Jumadil Ula, tahun 458 H. Ia diangkut di dalam peti, lalu dikuburkan di Baihaq, yaitu pinggiran di kota Naisaburia selama dua hari, sedangkan Khasrojard adalah ibukotanya. (AHS)


Sumber:www.alSofwah.or.id

Jumaat, 27 Mac 2009

Renungan-dari emel teman-teman

RENUNGAN…

1) Dari bujang-kahwin No 1 ---- no.2 ----- DLL.

2) Dari pakai moto kap --- kancil-wira --- Honda ---- seterusnye..

3) Badminton ----- Golf dalam negara hingga ke luar negara----

4) Rumah sewa---- rumah murah ---rumah teres --- banglow...

5) Gred LS 41 - 44 ........ 48 -------- 52 ------------ ---- 54 ----- JUSA

6) Tv 14' --- 21' --- 29'LCD ---- Home theather....

7) Sg Danga --- Tanjung Leman --- Langkawi ---- Hadnyai --- Lundon ..

8) Dalam semua segi kita mau kan perubahan kearah yang lebih baik dan

glamour...

9) mancing kat parit /longkang ---- sungai --- kolam (bayar punye)----tepi pantai--

laut dalam (sewa bot mewah)...... Kalong

TETAPI...

KITA JUGA LUPA....

SEMAKIN BANYAK KITA KECAPI KEJAYAAN, SEMAKIN HAMPIRLAH SAAT KEMATIAN

KITA.....

DITAKUTI SEMAKIN BERJAYA, KITA SEMAKIN LUPA, SEM UA YANG KITA DAPAT

ADALAH

PEMBERIAN TUHAN...'ON LOAN'...

SETIAP KALI KITA BUAT ACTION PLAN ATAU BUAT REVISION, BERAPA BANYAKKAH

KITA MASUKKAN ITEM-ITEM YANG MEMBAWA KEARAH 'PERSEDIAN UNTUK MATI'

Umpamanya:

1) tak sembahyang ---- pastikan sembahyang-- -jadikan amalan.....

2) banyak maksiat ----- kurangkan ----- hapuskan...

3) Bangi ---- madinah ---- mekah---

4) sedekah RM1.00 ---- RM10.00 --- RM100.00/

5) sembahyang dirumah --- sembahyang di surau/mesjid. ...

6) 5 jam sehari menonton TV ----- 3 jam TV & 2 jam majlis ILMU....

7) 3 jam baca suratkabar/majallah /internet ----- 2 jam majallah/surat

khabar/internet & 1 jam membaca AL QURAN /selawat , zikir.

8) Apa apa aktiviti yang hasilnya adalah untuk AKHIRAT.

Tetapi apa yang banyak berlaku pada ZAMAN AKHIR ini ialah PERSONAL

improvement banyak kepada kearah KEDUNIAAN SEMATA. Perkara berkaitan

AKHIRAT slowly di ketepikan... . .

Contohnya:

Kalau dulu rajin dan tak tinggal 5 waktu, tetapi beransur-ansur. ........

Kalau dulu tak kenal DANGDUT/KARAOKE. .. bila tuhan beri kenaikan pangkat &

gaji lebih benda seperti ni dah jadi biasa...

Macam macam lagi yang kita pun sedia maklum dan tahu... malah berlaku
dikalangan ahli keluarga kita,

jiran, rakan-rakan, DLL. Jadi samalah kita membuat BALANCE ACTION PLAN,

BALANCE OBJECTIVE & TARGET dan BALANCE IMPROVEMENT.

Tuhan beri semua makhluk didunia ini 24 jam sehari, tiadalah seorang pun

yang mendapat kurang atau lebih barang sesaat pun... Tuhan juga memberi

kita peluang untuk menggunakan masa yang ada untuk di manafaatkan

dengan sebaik mungkin.. Tuhan hanya mahu kita beramal selama lebih

kurang 40~~50 tahun demi untuk mendapat balasan Syurga untuk selamanya...

infiniti....

Semuga tuhan terus memberi kita petunjuk dan hidayah untuk kita berjaya

di dunia dan akhirat.

Rabu, 25 Mac 2009

PD....




Kerja-Kerja Malaysia











Salam,

Dua minggu duk jalan-jalan sambil kerja,isk kerja sambil jalan2 la...JB-KL-PD-Tmloh..

Khamis, 12 Mac 2009

Selasa, 10 Mac 2009

DR Yusuf Al-Qaradhawi(2)-Karya

Al-Qaradawi telah mengarang hampir seratus buah buku dalam pelbagai bidang keilmuan Islam terutama dalam bidang sosial, dakwah dan pengajian Islam.Buku-buku beliau sangat diminati oleh umat Islam seluruh dunia. Bahkan buku-buku tersebut telah diulang cetak berpuluh-puluh kali dan diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa. Di samping itu, buku-buku tersebut dapat menjelaskan wawasan perjuangan dan pemikiran al-Qaradawi secara lebih terperinci.

1. Fikah dan Usul Fiqh

Sebagai seorang ahli fikah, beliau telah menulis beberapa buah buku yang terkenal seperti berikut :
1. Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, (Halal dan Haram dalam Islam), al-Maktab al-Islami, Beirut, 1980.
2. Fatawa Mu’asarah, 2 jilid ( Fatwa-Fatwa Semasa), Dar al-Wafa’, Kaherah., 1993
3. Al-Ijtihad fi al-Shari’at al-Islamiah, (Ijtihad dalam syariat Islam), Dar al-Qalam, Kuwait,1996
4. Madkhal li Dirasat al-Shari’at al-Islamiah, (Pengenalan Pengajian syariat Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1997
5. Min Fiqh al-Dawlah al-Islamiah, (Fiqh Kenegaraan), Dar al-Shuruq, Kaherah,1997
6. Nahw Fiqh Taysir, ( Ke arah fiqh yang Mudah), Maktabah Wahbah, Kaherah,1999
7. Al-Fatwa bayn al-Indibat wa al-Tasayyub, (Fatwa-fatwa antara Kejituan dan Pencerobohan), Dar al-Sahwah,Kaherah,1992
8. Al-Fiqh al-Islami bayn al-Asalah wa al-Tajdid, (Fikah Islam antara ketulenan dan Pembaharuan), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1999
9. Awamil al-Sa’ah wa al-Murunah fi al-Syari’ah al-Islamiah (Faktor-Faktor kelenturan dalam syariah Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1999
10. Al-Ijtihad al-Mu’asir bayn al-Indibat wa al-Infirat, (Ijtihad Semasa antara kejituan dan kecuaian), Dar al-Tawji’ wa al-Nashr, Kaherah,1994
11. Fiqh al-Siyam, ( Hukum Tentang Puasa), Dar al-Wafa’, Kaherah,1991
12. Fiqh al-Taharah, (Hukunm Tentang Kebersihan), Maktabah Wahbah, Kaherah,2002
13. Fiqh al-Ghina’ wa al-Musiqa (Hukum Tentang Nyayian dan Muzik ), Maktabah Wahbah, Kaherah,2001
14. Fi Fiqh al-Aqaliyyat al-Muslimah, ( Fiqh minoriti Muslim) Dar l-Shuruq, Kaherah, 2001

2. Ekonomi Islam

15. Fiqh al-Zakat 2 Juzuk (Fikah Tentang Zakat), Muasassah al-Risalah, Beirut,
16. Mushkilat al-Faqr wa kayfa Alajaha al-Islam, (Masalah kefakiran dan bagaimana Islam mengatasinya),Maktabah Wahbah, Kaherah, 1980
17. Bay’u al-Murabahah li al-Amri bi al-Shira; ( Sistem jual beli al-Murabah), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1987
18. Fawa’id al-Bunuk Hiya al-Riba al-Haram, ( Faedah bank itulah yang diharamkan), Dar al-Wafa’, Kaherah,1990
19. Dawr al-Qiyam wa al-Akhlaq fi al-Iqtisad al-Islami, ( Peranan nilai dan akhlak dalam ekonomi Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1998
20. Dur al-Zakat fi alaj al-Musykilat al-Iqtisadiyyah, (Peranan zakat dalam Mengatasi Masalah ekonomi), Dar al-Shuruq, kaherah,2001


3. Pengetahuan tentang al-Quran dan al-Sunnah.

Al-Qaradawi juga melalukan kajian mengenai al-Quran dan al-Sunnah terutama dalam memahami metodologi, car berimteraksi dan membetulkan kefahaman mengenai al-Quran dan al-Sunnah. Dalam bidang ini beliau telah menulis :

21. Al-Aql wa al-Ilm fi al-Quran, ( Akal dan Ilmu dalam al-Quran), Maktabah Wahbah, Kaherah,1996
22. Al-Sabru fi al-Quran, (Sabar dalam al-Quran), Maktabah Wahbah, Kaherah,1989
23. Tafsir Surah al-Ra’d, (Tafsir surah Ra’d), Dar al-Bashir, Kaherah,1996,
24. Kayfa Nata’amal ma’a al-Sunnah al-Nabawiyyah, (Bagaimana berinteraksi dengan sunnah), Dar al-Shuruq, Kaherah, 2000
25. Madkhal li Dirasat al-Sunnah, (Pengantar mempelajari sunnah), Maktabah Wahbah, Kaherah,1992
26. Kayfa Nata’amal ma’a al-Quran, ( Bagaimana berinteraksi dengan al-Quran), Dar al-Shuruq, Kaherah,1999
27. Al-Muntaqa min al-Taghib wa al-Tarhib ( hadith-hadith terpilih mengeni berit gembira dn peringatan), Dar al-Wafa, Kaherah, 1993
28. Al-Sunnah Masdaran li al-Ma’rifah wa al-Hadarah, (Sunnah sebagai sumber pengetahuan dan tamadun), Dar al-Shuruq, Kaherah,1997


4. Akidah Islam

Mengenai persoalan tauhid, al-Qaradawi telah menulis beberapa buah buku :

29. Wujud Allah, (Adanya Allah), Maktabah Wahbah, Kaherah,1990
30. Haqiqat al-Tawhid, (Hakikat Tauhid), Maktabah Wahbah, Kaherah,19
31. Mawqif al-Islam min al-Ilham wa al-Ksh wa al-Ru’a wa Min al-Kananah w al-Tarna’im wa al-Ruqa. ( Posisi Islam mengenai Ilham, kasyaf, mimpi, ramalan, pencegah kemalangan dan jampi), Maktabah Wahbah, Kaherah,1994
32. Iman bi Qadr, (Keimanan kepada Qadar), Maktabah Wahbah, Kaherah,


5. Dakwah dan Pendidikan

Al-Qaradawi juga merupakan seorang juru dakwah yang penuh semangat. Dalam bidang ini beliau telah menulis buku-buku terkenal :

33. Thaqafat al-Da’iyyah, (Wawssan Seorang juru dakwah), Maktabah Wahbah, Kaherah,1991
34. Al-Tarbiah al-Islamiah wa Madrasah Hassan al-Banna,, ( Pendidikan Islam dan ajaran Hassan al-Banna), Maktabah Wahbah, Kaherah,1992
35. Al-Rasul wa al-Ilmi, ( Rasul dan Ilmu), Muasassah al-Risalah, Beirut, 1991
36. Al-Waqt fi Hayat al-Muslim (Waktu dalam kehidupan seorang Muslim), Dar al-Sahwah, Kaherah, 1991
37. Risalat al-Azhar bayn al-Ams al-Yawmi wa al-Ghad, ( Risalah al-Azhar antara semalm, hari ini dan besok), Maktabah Wahbah, Kaherah,1984
38. Al-Ikhwan al-Muslimun sab’in Amman fi al-Da’wah wa al-Tarbiyyah, (Ikhwan al-Muslimun selama 70 tahun dalam dakwah dan Pendidikan), Maktabah Wahbah, Kaherah,1999


6. Kepastian mengatasi Masalah dengan cara Islam

Menurut pndangan al-Qaradawi, Islam adalah suatu kepastian yang wajib diikuti untuk mengatasi semua masalah yang kita hadapi. Tidak ada suatu sistem yang dapat mengatasi persoalan umat keculi Islam. Malah apa-apa sistem selain Islam hanya akan menambahkan luka parah yang sudah di alami umat. Mengenai masalah ini beliau telah menulis :

39. Al-Hulul al-Mustwaradah wa Kayfa janat ‘ala Ummaatina, (Penyelesaian Import : bagaimana ia Menghentam Umat kita), Maktabah Wahbah, Kaherah,1993
40. Al-Hall al-Islami faridatan wa daruratan (Mengatasi masalah dengan cara Islam adalah suatu kewajipan dan kepastian), Maktabah Wahbah, Kaherah,1987
41. .Bayinat al-hall al-Islami wa Syubuhat al-Ilmaniyyin wa al-Mustaqhribin, (Penjelasan mengatasi masalah dengan cara Islam dan tuduhan orang Barat dan pengnut sekular), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1988
42. ‘Ada’ al-hall al-Islami, (Musuh-musuh dalam penyelesaian cara Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah, 2000


7. Tokoh Islam

Al-Qaradawi jug menulis beberapa buah buku tentang sejarah hidup para tokoh :

43. Al-Imam al-Ghazali bayn Madihi wa Naqidihi, ( Imam al-Ghazali antara para pemuja dan pengkritiknya). Dar al-Wafa’, Kaherah,1988
44. Al-Shaykh al-Ghazali Kama Araftuhu Khilala Nisf al-Qarn (Syeikh al-Ghazali seperti yang saya kenal selama setengah abad), Dar al-Wafa’, Kaherah,1995
45. Nisa Mu’minat, (Para Wanita Beriman), Maktabah Wahbah, Kaherah,1979
46. Abu Hasan al-Nadwi Kama ‘Araftuh, , (Abu Hassan al-Nadwi seperti yang saya kenal) Dar al-Fikr, Beirut, 2001
47. Fi Wada’ al-‘A’lam (Memperingati Pemergian Tokoh-Tokoh), Dar al-fikr, Beirut, 2003


8. Dalam bidang Akhlak berdasarkan al-quran dan al-sunnah

48. Al-Hayat al-Rabbaniah wa al-‘Ilm, (Kehidupan Rabbani dan Ilmu), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1995.
49. Al-Niyat wa al-Ikhlas (Niat dan Keikhlasan), Maktabah Wahbah, Kaherah,1995
50. Al-Tawakkal (Bertawakal kepada Allah), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1995
51. Al-Tawbah ila Allah ( Taubat kepada Allah), Maktabah Wahbah, Kaherah, 2000


9. Kebangkitan Islam

Kebangkitan Islam yng sedang rancak dan merebak ke seluruh duni kebelangkangn ini jug menjadi perhatian al-Qaradawi. Beliau adalah seorang tokoh aktivis yang sering memberikan gagasn-gagasn yng meluruskan hala-tuju gerakan kebangkitan Islam pada jalan tengah dn mencakupi hampir semua permasalahan umat. Tulisan beliau dalam persoalan ini menyeluruh, mendlm dan bersesuaian dengan realiti semasa. Al-Qaradawi dalam masalah ini telah menulis beberapa buah buku yang terkenal :

52. Al-Sahwah al-Islamiah Bayn al-Juhud wa al-Tatarruf ( Kebangkitan Islm antara penolakn dn sikap ekstrim), Dar al-Wafa’, Kaherah, 1992
53. Al-Sahwah al-Islamiah bayn al-Ikhtilaf al-Mashru’ wa al-Tafaruq al-Madzmum, ( Kebangkitan Islam antara perbezaan pendapat yang dibolehkan dan perpecahn yang tercela), Dar al-Wafa’, Kaherah, 1991
54. Al-Sahwah al-Islamiah wa Humum al-Watan al-Arabi ( Kebangkitan Islam dan keresahan negara-negara Arab), Dar al-Sahwah, Kaherah,1993
55. Min Ajli Sahwah rashidah Tujaddid al-Din wa Tanhad bi Dunya (Untuk mencapai kebangkitan yng sedar, yang membaharui agama dan membaiki dunia),Dar al-Wafa’, Kaherah, 1995
56. Awlawiyyat al-Harakah al-Islamiyyah fi al-Marhalah al-Qadimah (Keutamaan gerakan Islam pada masa depan), Maktabah Wahbah, Kaherah,2001
57. Fi Fiqh al-Awlawiyyat ( Fikah Memahami keutamaan-keutamaan), Maktabnah Wahbah, Kaherah,2000
58. Al-Islam wa al-Ilmaniyyah wajhan li wajhin ( Islam dn sekularisme secara berdepan), Maktabah Wahbah, kaherah,1997
59. Ayna al-Khalal? (Di manakah kesalahannya?), Dar al-Sahwah, Kaherah, 1985
60. Al-Syariat al-Islamiah Solihah li tatbiq fi Kulli Zaman wa makan ( Syariat Islam sesuai dilaksana setiap masa dan tempat), Dar al-Sahwah, Kaherah,1993
61. Al-Ummah al-Islamiyyah haqiqatun la wahm ( Umat Islam adalah suatu hakikat dan bukan khyalan), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1995
62. Al-Thaqafah al-Islamiyyah bayn al-Asalah wa al-Mu’asarah ( Pengetahuan Islam antara ketulenan dn pembaharuan), Maktabah Wahbah, Kaherah,1994
63. Ghair al-Muslimin fi al-Mujtama’ al-Islam (Orang Bukan Islam dalam masyrakat Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1992
64. Al-Muslimun wa al-Aulamah, ( Kaum Muslim dan globalisasi), Dar al-Tawji’ wa al-Nashr, Kaherah, 2000
65. Al-Islam wa Hadarah al-ghad (Islam Tamadun Masa Depan), Maktabah Wahbah, Kaherah,1995
66. Al-Tataruf al-Ilmani fi Muwajahat al-Islam, ( Ektremis Sekular dalam Menghadapi Islam), Andalusiah li Nashr,Kaherah, 2000
67. Al-Sahwah al-Islamiah min al-Murahaqah ila al-Rusyd, (Kebangkitan Islam dari transisi kepada panduan), Dar al-Shuruq, Kaherah,2002


10. Penyatuan fikrah bagi Petugas Islam

Al-Qaradawi jug menulis buku mengenai asas –asas yng diperlukan bagi petugas Islam dengn mengambil kira sas pendidka yang telah ditetapkn oleh Hassan al-banna. Antaranya ialah :

68. Syumul al-Islam (Kesempurnaan Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah,1991
69. Al-Marji’yyat al-Ulya fi al-Islam al-Quran wa al-Sunnah ( Sumber rujukan tertinggi dalam Islam ialah al-Quran dan al-Sunnah),Muasassah al-Risalah, Beirut,1993
70. al-Siyasah al-Syar’iyyah fi daw’ nusus al-Shari’at wa Maqasiduha (siyasah syar’iyyah menurut syariat dan matlamatnya), Maktabah Wahbah, Kaherah,
71. Kayfa Nata’amal Ma’a al-Turath (Bagaimana Berinteraksi dengan Buku-buku klasik), Maktabah Wahbah, Kaherah,2001
72. Nahw Fiqh Muyassar mu’asirah, Maktabah Wahbah, Kaherah,1999


11. Kefahaman Islam

Al-Qaradawi juga menulis tentang kefahaman Islam dengan pendekatn yang mudah dn jells. Antaranya ialah :

73. Al-Iman wa al-Hayat (Iman dan Kehidupan), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1990
74. Al-Ibadat fi al-Islam (Ibadat dalam Islam), Maktabah Wahbah,Kaherah,1985
75. Al-Khasas’is al-Ammah li al-Islam (Keistimewaan Agama Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1989
76. Madkhal li Ma’rifah al-Islam, (Pengantar Mengenali agama Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah,1996
77. Al-Nass wa al-Haq ( Manusia dan Kebenaran), Maktabah Wahbah, Kaherah,1993
78. Jil al-Nasr al-Mansyud ( Generasi Kemenangan yang dinantikan), Maktabah Wahbah, Kaherah,1998
79. Durus al-Nakbah al-Thaniah (Pengajaran mengenai musibah kedua), Maktabah Wahbah, Kaherah,1993
80. Khatab al-Shaykh al-Qaradawi 5 jilid (Khutbah Syeikh al-Qaradawi),Maktabah Wahbah, Kaherah, 1997
81. Liqaat wa Muhwarat hawla Qadaya al-Islam wa al-‘Asr (Perbincangan tentang permasalahan Islam dan semasa), Maktabah Wahbah, Kaherah,2001
82. Qadaya Mua’sarah ala basat al-Bahth (Kajian mengenai permasalan semasa)
83. Ri’ayah al-bai’ah fi Syari’at al-Islam ( Memelihara alam Sekitar Menurut Syariat Islam), Dar al-Shuruq, Kaherah,2001


12. Bidang Kesussateran dan syair

84. Nafahat wa Lafahat (Syair), Dar al-Wafa’, Kaherah.
85. al-Muslimun Qadimun ( Orang Muslim Maju) (Syair), Dar al-Wafa’, Kaherah,
86. Yusuf al-Sadiq, (Nabi Allah Yusuf) (Drama), Maktabah Wahbah, Kaherah,
87. Alim wa Taghiyyat , (Golongan Ulamak dan Golongan Pelampau)( Drama),Maktabah Wahbah, 1998


13. Risalah Kecil Mengenai Kebangkitan Islam

88. Al-Din fi ‘Asr al-‘Ilm ( Agama dalam dunia Ilmu Pengetahuan). Maktabah Wahbah, Kaherah, 1995
89. Al-Islam wa al-Fann (Islam dan Kesenian), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1996
90. Al-Niqab al-Mar’ah ( Pemakaian tudung bagi wanita), Maktabah Wahbah Kaherah, 1996
91. Markaz al-Mar’ah fi al-Hayat al-Islamiah ( Kedudukan wanita dalam kehidupan Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah,1996
92. Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah (Fatwa-fatwa tentang wanita Muslimah, Maktabah Wahbah, Kaherah,1996
93. Jarimah al-riddah (Jenayah Murtad), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1996
94. Al-Aqaliiyyat al-Diniyyat wa hulli al-Islami ( Minoriti agama dan Penyelesaian Islam, Maktabah Wahbah, Kaherah, 1996
95. Al-Mubasyirat bintisar al-Islamiah ( Berita Kemenangan Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah,1996
96. Mustaqbal Usuliyyah al-Islamiah ( Masa Depan golongan fanatik Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah,1997
97. Al-Quds Qadiyah likulli al-Muslim ( Quddus tanggungjawab setiap muslim), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1998
98. Hajat al-Basyariah ila al-Risalah al-Hadariah li Ummatina ( Kepeluan Manusia kepada risalah ketamdunan kita), Maktabah Wahbah, Kaherah, Kaherah, 2000
99. Fatawa min ajli Palastin, (Fatwa-fatwa tentang Palestin), Maktabah Wahbah, Kaherah, 2003
100. Zahirah al-Ghulu fi Takfir ( Fanatik dalam Mengkafir), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1990


Kumpulan Ceramah-Ceramah Yusuf al-Qaradawi

101. al-Sunnah wa al-Bid’ah, (Sunnah dan Bidah), Maktabah Wahbah, Kaherah,1999
102. Zawaj al-Maysar, haqiqat wa Hukm, (Perkahwinan Maysar hakikat dan hokum), Maktabah Wahbah, 1999
100.Dawabit al-Shar’iyyah libina’ al-Masajid, (prinsip syariat dalam Membina masjid), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1999
101.Mawqif al-Islam al-Aqdi min kufr al-Yahudi wa al-Nasara, (Pendirian islam terhadp perjanjian dengan Yahudi dan Nasr), Maktabah Wahbah, Kaherah, 1999
102.Al-Juwaini Imam al-Haramain, ( Juwaini Imam Haramain), Maktabah Wahbah, Kaherah, 2000
103.Al-Istishaq wa al-Tubna fi Shari’at al-Islamiah, ( Penamaan dalam Syari’at Islam), Maktabah Wahbah, Kaherah,
104.Umar ibn Abdul Aziz, (Umar bin Abdul Aziz), Maktabah Wahbah, 2001
105.Likay Tanjaha Muasassah al-Zakat, (Semoga Institusi zakat Berjaya),Muasassah al-Risalah, Beirut,1994,


Di samping itu, al-Qaradawi jug menulis artikel di jurnal. Dalam majalah al-Muslim al-Mua’sir beliau menulis sebanyak 8 artikel sejak diterbitkan pada tahun 1974.Antaranya ialah :

1. Fiqh al-Islami bayna al-Asalah wa al-Tajdid (Fiqh Islam antara keaslian dan pembaharuan) dua siri.
2. Al-Fatwa bayna al-Madiyy wa al-Hadir ( Fatwa antara dahulu dan sekarang), dua siri
3. Zhahirah al-Ghulu fi Takfir (kefanatikan dalam mengkafir)
4. Nahwa Mawsu’ah li hadith al-Nabawi ( Ke arah ensikplopedia hadith nabi)
5. Ray’u fi Ijtihad l-Mu’asir (Pandangan dalam Ijtihad semasa)
6. Al-Harakah al-Islamiah fi Majal al-Fikr wa al-‘Ilm (Gerakan Islam dalam bidang Pemikiran dn Keilmuan)

Al-Qaradawi jug menulis dalam Jurnal Syariah dan Pengajian Islam, Universiti Qatar yang mula diterbitkn pada tahun 1980. Antaranya ialah:

1. Mubadi’ wa qayyim li ta’lim fi daw’i al-Sunnah al-Atarah (Asas dan Nilai dalam pembelajaran menurut sunnah)
2. Awalim al-Sa’ati wa al-Murunah fi Shari’at al-Islamiah, ( prinsip keluasan dan fleksibel dalam syariat Islam)
3. Fi fiqh al-Rada’ Numuzaj li fiqh al-Muqaran fi daw’i al-quran wa al-sunnah (Fiqh penyusuan, contoh bagi fiqh perbandingan menurut al-Quran dan al-sunnah)
4. Al-Hullu al-Islami bayn al-Juhud wa Tatawwur ( Penyelesaian Islam antara kebekuan dan perkembangan)
5. Imam al-Ghazali bayn Madhiyyah wa Naqadiyyah ( Imam al-Ghazali antara pujian dan kritikan)
6. Al-Ilham wa al-Kashsaf wa al-ru’ya hal ta’udu masadir li ahkam al-shari’ah (Ilham, kashaf dan mimpi, adakah ia dikira sebagai sumber bagi hukum-hukum syariat)
7. Hal ru’ya min wasa’il al-‘Ilmi bi ahkam ( Adakah mimpi merupakan salah satu cara ilmu dalam hukum)
8. Al-Qayyim al-Insaniah fi al-Islam (Nilai-nili kemanusiaan dalam Islam)
9. Al-Tarbiyyah inda Imam al-Syatibi ( Pendidikan menurut Imam al-Syatibi)
10. Hiwar hawla alaqah bayn al-Nass wa al-Ijtihad ( Dialog mengenai hubungan nas dengan ijtihad)
11. Nazarat fi fiqh al-Awwlawiyyat – al-awwlawiyyt fi majal al-‘Ilmi wa al-Fikr wa Da’wah (kajian fiqh keutamaan –keutamaan dalam bidang ilmu, pemikiran dan dakwah)

Sebahagian daripada artikel-artikel tersebut telah diterbitkan sebagai buku tu risalah-risalah kecil.Antaranya ;

1. Nahwa Fiqh Maysar mu’asir (Menuju fiqh kemudahan semasa)
2. Nazariat fi Turath Shaykh al-Ghazali, (Kajian mengenai Turath Syeikh al-Ghazali
3. Kayfa Nata’amal ma’a al-Quran (Bagaimana berinteraksi dengan al-Quran)

Al-Qaradawi juga menulis kertas kerja dalam pelbagai persidangan antarabangsa . antaranya ialah Muktamar zakat Pertama yang diadakan di Kuwait pada 30 April 1984 yang bertajuk “Kesan Zakat kepada individu dan masyarakat”.

Pada awal tahun 1950n, al-Qaradawi menulis isu-isu kezaliman yang dilakukan oleh pemerinth Mesir di bawah Raja Faruk. Beliu menulis risalah-rsalah kecil seperti alim wa taghiyyat yang mengunakan uslub drama. Al-Qaradawi menjelaskan mengenai kebenaran said bin Jubair berdepan dengan Hujaj bin Yusuf dalam menyatakan kebenarn. Al-qaradawi menyeru orang ramai supaya berpendirian seperti Said bin Jubair. Al-Qaradawi menyebutkan bahawa beliau melihat kisah Said Jubir dengan Hujaj mempunyai banyak kesesuaian kerana drama tersebut mempunyai satu matlamat khususnya dalam memerangi golongan yang zalim seperti kezaliman Hujaj, maka perlu kita mengambil pendirian seperti pendirian Said Jubair. Oleh sebab itu, al-Qaradawi menulis drama ini, satu pertiga ditulis di penjara Tur dan bakinya selepas keluar penjara. Dari sini jelaslah bahawa isu utama yang dibawa oleh al-Qaradawi dalam buku ini iaitu menentang kezaliman oleh penguasa Mesir ketika itu.

Pada tahun 1968, al-Qaradawi menulis buku mengeni Palestin selepas Yahudi mengusai masjid al-Aqsa pda tahun 1967. Beliau menulis dalam buku Durus al-Nakbah al-Thaniyyah (Pengajaran dari musibah Kedua) yang menerangkan sebab-sebab musibah yang menimpa umat Islam dan bagaimana factor bagi mencapai kemenangan. Al-Qaradawi menekankan bahawa perlunya umat Islam kembali kepada penghayatan Islam secara menyeluruh yang merupakan syarat utama untuk kemenangan umat Islam. Di samping itu, al-Qaradawi menulis buku Jil al-Nasr al-Mansyud yang khusus ditujukan kepada pemuda-pemuda palestin.

Pada tahun 1970an al-Qaradawi menulis buku-buku yang berkaitan Islam sebagai alternatif terbaik untuk manusia. Perkara ini disebabkan kegagalan kapitalis dan sosialis dalam meyelesaikan permasalahan manusia. Pada tahun 1971, beliau menulis buku Penyelesian import dan bagaimana ia mengentam umat Kita. Pada tahun 1977, beliau menulis buku Shari’at al-Islamiah (Syariat Islam sesuai untuk pelaksanaan setiap masa dan tempat) Buku ini asalnya merupakan kertas kerja yng dibentangkan di Nadwah Perundangn di Libya pada Mei 1972. pada tahun 1974, al-Qaradawi menulis buku Penyelesian Islam Tuntutan dan Darurat ymerupakan siri kedua dalam siri penyelesaian Islam. Pada tahun 1977, al-Qaradawi menerbitkan buku Khasa’is al-Islamiah (Keistimewaan agama Islam). Apabila isu kafir mengkafir semakin memuncak di kalangan umat Islam, beliau menulis buku tentang fenomena fanatik dalam kafir mengkafir.

Al-Qaradawi jug menulis buku yang berkaitan dengan ekonomi Islam. Beliau menulis mengeni permasalahan miskin dan pandangan Islam mengeninya pada tahun 1966. buku tersebut mencertakan sikap Islam terhadap kemiskinan dn bahaya kepada akidah umat islam. Menurut al-wqaradawi, beliau sentiasa mengambil perhatian dalam isu-isu syariat Islam dan sentisa menyeru dilaksanakan dalam segala aspek kehidupn. Prihatin beliau semakin bertambah apabila beliau mengkaji mengeni zakat dalam memenuhi keperluan ph.d pada tahun 1973.

Pada tahun 1983, beliau menerbitkn buku sistem jual beli al-murabhah bagi menjelaskan isu tersebut akibat perselisihan pendapat mengeni sistem tersebut yang dijalaankn oleh bank-bank.pada thun 1990, al-Qaradawi menulis buku tentang riba yang diharamkn bagi menjelskan fatawa yang dikeluarkan oleh Muhammad Sayyid al-Tantawi yang menjadi mufti Mesir ketika itu.

Pada tahun 1994, beliau mengarang buku tentang nilai dan akhlak dalam ekonomi Islam. Dalam buku ini, Al-Qaradawi menekankan 4 ciri utama ekonomi Islam iaitu rabbaniah, kemanusiaan, kesederhanaan dan akhlak. Pada tahun yang sama , al-qardawi jug menerbitkan risalah kecil mengenai cara –cara untuk menjayakan institusi zakat. Di sini jelas menunujukkan ketokohn al-Qaradawi dalam menangani isu-isu ekonomi semasa dan menjadikan ekonomi islam seabagai astu alterntif kepada ekonomi sosialais dn kapitalis. Walaupun beliau bukan gradun darim kuliah ekonomi tetapi keprihatinan beliau dalam menngani isu-isu baru yng timbul dalam system ekonomi wajar diberi pengiktirfan. Semas beliau datang ke Malaysia, beliau memberi ceramah mengeni ekonomi kepada pegawai –pegawai bank sambil bertukar-tukar pandangan. Beliau telah menegaskan bahawa kegiatan pembangunan ekonomi umat Islam mestilah bersesuaian dengan sistem syariat.

Al-Qaradawi jug menulis mengenai gerakan Islam dan kebangkitan islam sejagat. Beliau menulis tentang buku Al-Sahwah al-Islamiah bayn al-Juhud wa tatarruf (kebangkitan Islam antara penolakan dan sikap ekstrim) pada tahun 1982, buku al-sahwah al-islamiah bayn al-iktilaf al-Masru’ wa iktilaf al-Mazmum (kebangkitan Islam antara perbezaan pendapat yang dibolehkan dan perbezaan yang tercela) pada tahun 1989, buku al-awlawwiyyat al-harakah (keutamaan gerakan) pada tahun 1990. Buku tersebut menyatakan peranan dan keutaman gerakan Islam kini.

Dalam bidang ketokohan juga, al-Qaradawi menulis sejarah hidup wanita-wanita solehah seperti Khadijah bin Khuwailid, Fatimah al-Zahra’, Asma’, Ummu Sulaim dan Ummu Imarah dalam buku Nisa’ al-Mu’minat (wanita Muslimah) yang diterbitkan pada tahun 1979. kemudian beliau, menulis mengenai Imam al-Ghazali pada tahun 1987, sejarah hidup dan hubungannya akrabnya dengan Muhammad al-Ghazali pada tahun 1994 dan sejarah hidup Abu Hassan al-Nadwi pada tahun 2001.Al-Qaradawi juga menulis syarah kepada usul ashirin (20 perkara-perkara asas) yang dikarang oleh Hassan al-Banna. Al-Qaradawi menulis buku-buku tersebut ats nama ke arah Penyatuan pemikiran untuk petugas Islam. Sehingga kini ada lima buah buku yang diterbitkan dalam siri ini. Al-Qaradawi juga menulis buku-buku yang bercorak tasauf dan kerohanian atas tajuk fiqh akhlak dalam al-Quran dan al-Sunnah. Sebanyak 4 buah buku telah diterbitkan dalam siri ini.

Al-Qaradawi merupakan seorang ulamak yang gigih dalam mempertahan dan menjelaskan Islam melalui buku-bukunya. Buku-buku karangannya melebihi 100 buah buku amat baik dibaca, diteliti dan dikaji oleh anak-anak muda dalam membentuk pemikiran Islam. Hasil mutiara pemikirannya perlu digarap sepenuhnya oleh generasi kini dan akan datang. Ketokohannya dalam penulisan dan menjadi perisai dalam mempertahankan Islam harus diberi penghargaan. Dalam abad ini antara ulamak yang banyak menulis buku ialah Muhamad al-Ghazali, Yusuf al-Qaradawi dan Wahbah al-Zuhaili.

*Catatan TamarJalis-pernah mendengar ceramah dan bersalaman dengan beliau kira-kira 24 tahun yang lalu-di Kota Bharu-lama dah tu,sentiasa mengikuti perkembangan DYQ masa ke semasa.Mudahan Allah sentiasa memberi kesihatan yang baik kepada beliau untk terus berbakti kepada dunia Islam.


Sumber Asal-Dr Rumaizuddin-ABIM(Minda Madani(

Sabtu, 7 Mac 2009

Al-syeikh Dr Yusuf Al-qaradhawi

-Latar Belakang Kehidupan

Yusuf Abdullah al-Qaradhawi seorang tokoh ulamak yang terkenal dalam abad ini. Beliau merupakan seorang pemikir, sarjana dan intelek komtemporori yang tidak asing lagi di dunia Islam. Beliau lebih dikenali sebagai Yusuf al-Qaradhawi. Yusuf al-Qaradhawi dilahirkan di desa Shafat al-Turab, Mahallah al-Kubra Negeri Gharbiah, Mesir pada 9 September 1926 bersamaan 1344H.

Nama penuhnya ialah Yusuf bin Abdullah bin Ali bin Yusuf. Al-Qaradhawi merupakan nama kelurganya. Nama ini diambil dari sebuah daerah yang bernama al-qardhah. Dan dinisbahkan kepada keturunannya. Di kampungnya ini terletaknya makam sahabat nabi yang meninggal di Mesir iaitu Abdullah bin Harith bin Juz al-Zubaidi. Di kampung inilah beliau tinggal sehingga wafat pada tahun 86H. Sehingga kini makamnya sangat dimuliakan dan para penduduk kampung amat berbangga dengannya.Perkara ini telah dinyatakan oleh pengkaji sejarah seperti Ibn Hajar ketika menceritakan kisah sahabat ini.

Al-Qaradhawi menyebutkan bahawa beliau berasal dari keluarga yang kuat beragama dan bapanya bekerja sebagai petani dan keluarga sebelah ibunya bekerja sebagai peniaga. Beliau menjadi yatim ketika berusia 2 tahun setelah ayahnya meninggal dunia. Kemudian beliau dipelihara oleh bapa saudaranya bernama Ahmad. Bapa saudaranyalah yang menjadi bapa dan sepupu-seppunya sebagai saudara-saudara beliau. Beliau telah dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan mendapat keistimewaan daripada keluarga. Malah kata Yusuf sendiri: “ itulah gantian daripada takdir yang menjadikan saya yatim ketika berusia masih terlalu awal.”

Ketika berusia 5 tahun, Yusuf telah dihantar ke kuttab di kampungnya untuk menghafaz al-Quran. Apabila usianya menjangkau 7 tahun, beliau memasuki sekolah rendah (madrasah Ilzamiyyah) yang diuruskan oleh Kementerian Pendidikan. Di sekolah ini, beliau belajar matematik, sejarah, kesihatan dan lain-lin. Yusuf sejak kecil lagi mendapat pendidikan secara formal melalui sekolah kerajaan di sebelah pagi dan pendidikan agama (al-Kuttab) di sebelah petang.

Yusuf menyebutkan : “ sebelum usia saya mencapai 10 tahun, saya telah dikurniakan oleh Allah dengan dapat menamatkan hafalan al-Quran sepenuhnya bersama pelajaran hukum-hukum tawjid.Saya masih tidak lupa ketika mereka mengadakan perayaan khatam al-Quran untuk saya seperti kebiasaan yang dilakukan oleh al-Kuttab. Mereka memberi minum dan kuih muih. Saya membca akhir surah-surah al-Quran dari surah al-Dhuha sehingga surah al-Nass. Ketika saya menbaca akhir setip surah mereka menyambutnya dengn ucapan takbir dan tahmid. Pelajar bertakbir bersama saya. Begitulah kebiasaan perayaan yang dilakukan pada setiap pelajar di kuttab.”.

Di kampungnya tersebut mempunyai 4 buah Kuttab di mana wujud persaingan yang sihat bagi penghafal al-Quran di kalngan penuntutnya.Sejak kecil lagi, al-Qaradhawi bercita-cita untuk belajar di al-Azhar dan menjadi salah seorang daripada ulamaknya,Pada pandangan beliau, al-Azhar merupakan menara ilmu . Beliau juga terpengaruh dengan ulamak-al-Azhar di kampungnya seperti Syeikh Ahmad Muhammad Saqar, Syeikh Ahmad Abdullah, Syeikh Ahmad Battah dan Syeikh Abdul Mutalib Battah.

Sejak kecil lagi beliau telah menunjukkan ciri-ciri ulamak. Bakatnya terserlah apabila sering dipanggil untuk menjadi imam dan syarahan agama di Masjid kampungnya. Beliau menyebutkan bahawa semenjak hari itu ( hari khatam al-Quran) penduduk kampung terutama Syeikh Yusuf telah meminta kepada saya untuk menjadi imam apabila bersolat terutam solat jahriah kerana kurniaan Tuhan kepada saya yang dapat membaca al-Quran dengan baik.Ini merupakan penghormata yang terlalu awal, menyebabkan saya tidak mempunyai peluang bermain sebagaimana yang dinikmati oleh rakan sebaya.

Kehidupan seorang yang agung bermula sejak kecil lagi. Sausana rumah, keluarga dan masyarakat memberi saham yang besar dalm membentuk jiwa seseorang.Yusuf telah didewasakan dalam suasana keislaman yang kuat dan mantap. Bukan sahaja keluarga bapa saudaranya tetapi penduduk kampungnya yang telah mengambil berat dan memberi penghargaan kepada kanak-kanak yang menghafal al-Quran.

Agama merupakan faktor utama yng sangat mempengaruhi kehidupan penduduk shafat al-Turab. Agama adalah penunjuk arah bagi pemikiran serta sumber utama dalam membentuk budaya mereka dan memberi pengaruh utama dalam kegiatan harian mereka. Perkara ini dapat diketahui melalui kegiatan penduduk di situ yang sentiasa mengimarahkan masjid-masjid terutama dalam bulan Ramadhan, sambutan hari kebesaram Islam seperti perayaan sambuatan Maulid nabi dan Israk mikraj. Di samping itu, penduduk kampung amat peka terhadap pengajian al-Quran kepada kanak-kanak. Terdapat empat kuttab dalam kampung tersebut iaitu kuttab Syeikh Dasuqi, Kuttab Syeikh Nuruddin, Kuttab Syeikh Hamid Abu Zuwail dan Kuttab Syeikh Yamani Murad. Al-Qaradhawi belajar di kuttab Syeikh Hamid Abu Zuwail. Al-Qaradhawi juga telah menghafal kitab al- Tuhfat yang berisi hukum-hukum tajwid. Sejak itu juga, beliau menjadi imam solat dan penduduk kampung amat menyukai bacaanya ketika bersembahyang. Mereka selalu menyuruh beliau menjadi imam terutama solat Subuh dan sejak itu mereka mengelarkannya sebagai ‘syeikh Yusuf’ . Pada masa itu, umurnya berusia 10 tahun.

Apabila tamat madrasah Ilzamiyyah, beliau melanjutkan pelajaran ke Maahad Rendah Tanta (madrasah ibtida’ittah) selama 4 tahun dan di Maahad Menengah (madrasah thanawiyya) selama lima tahun.Maahad ini terletak dibawah penguasaan al-Azhar.Menurut al-Qaradhawi, pada mulanya bapa saudaranya enggan menghantar beliau ke sekolah maahad al-Azhar kerana ia memakan masa yang lama apatah lagi banyak graduannya menganggur ketika itu. Bapa saudaranya inginkan beliau menamatkan pelajaran dan cepat mendapat pekerjaan atau menjadi peniaga yang berjaya. Tetapi takdir allah yang menentukan apabila ada seorang syeikh yang datang melawat kampung shafat al-Turab dan menyarankan kepada bapa saudara bahawa wajib beliau menghantar saya ke al-Azhar. Saat itulah yang merubah kehidupan al-Qaradhawi dan menjadi salah seorang pelajar di Maahad Agama Tanta dengan memakai pakaian rasmi al-al-Azhar iaitu jubah dan serban merah.

Semasa di Maahad Tanta, al-Qaradhawi mulai banyak membaca buku. Ia tidak hanya membatasi diri untuk membaca buku-buku silibus sahaja, tetapi buku-buku yang lain untuk meluaskan ufuk pemikiran dan menghilangkan kehausan terhadap ilmu pengetahuan. Untuk itu, al-Qaradhawi mendapatkan buku-buku tersebut melalui perpustakaan Dar al-Kutub Tanta atau menyewanya dari perpustakaan Fak al-azmah. Pada masa ini, bacaan al-Qaradhawi lebih tertumpu kepada dunia kesusasteran Arab dengan membaca buku-buku karya al-Manfaluti, Mustafa al-Sadiq al-Rafa’i Taha Husain, Abbas Aqqad dan Ahmad Amin. Di Maahad Agama Tanta, al-Qaradhawi belajar dengan al-Bahi al-Khuli, Syeikh Mahmud al-Diftar dan Syeikh Mutawalli Sya’rawi.

Semasa beliau belajar di Maahad Agama Tanta peringat rendah, ibunya telah meninggal dunia. Ketika itu beliau berusia 15 tahun. Setelah tamat Maahad Tanta, beliau melanjutkan pelajaran ke Universiti al-Azhar.

Pada tahun 1952/1953, beliau berjaya menyelesaikan kuliah di Fakulti Usuluddin. Beliau tamat dengan menjadi pelajar terbaik dari 180 orang mahasiswa. Yusuf kemudiannya mengambil pengkhususan di fakulti Bahasa Arab selama dua tahun. Beliau memperolehi ijazah sarjana dan diploma pendidikan dengan pangkat pertama daripada 500 orang mahasiswa. Pada tahun 1957, beliau menyambung pelajaran ke Akademi Kajian Bahasa Arab Tinggi yang dikelolakan oleh Liga Arab sehingga memperolehi diploma Bahasa Arab dan Sastera.

Dalam waktu yang sama, Yusuf mendaftar calon ijazah tinggi di Fakulti Usuluddin dalam bidang tafsir dan hadith sehingga menamatkan pengajian pada tahun 1960. Kemudian, beliau menyiapkan diri untuk mendapatkan untuk mendapatkan Ph.D dalam fiqh al-Zakat yang diwajibkan untuk diselesaikan dalam masa dua tahun. Oleh kerana keadaan politik Mesir cukup gawat ketika itu, beliau terpaksa menanguhkan pengajiannya selama 13 tahun. Akhirnya pada tahun 1973, beliau berhasil memperolehi ijazah Ph.d. Tesis tersebut mendapat pujian dan menjadi kebanggaan kebanyakan ulamak termasuk Mawdudi dan Muhammad Mubarak.

Peribadi yang mempengaruhi al-Qaradawi

Menurut Yusuf al-Qaradhawi bahawa peribadi yang banyak memberi kesan kepada kehidupannya sama ada dalam pemikiran dan spiritual ialah Hassan al-Banna, pengasas gerakan Ikhwan Muslimun. Semasa itu, Hassan al-Banna di Kaherah dan al-qaradawi masih lagi menuntut di Tanta. Walaupun begitu, beliau telah mendengar ucapan al-Banna di Tanta beberapa kali dan membaca tulisannya. Yusuf menyifatkan al-Banna sebagai pendakwah yang agung dn mepunyai keperibadian yang sederhana sama ada dalam penulisan atu percakapan. Yusuf menceritakn bahawa beliau mendengar ceramah al-banna semasa menuntut di mahaad Agama peringkat rendah sempena sambutan Hijrah. Maka didapati ucapannya begitu mudah sehingga saya boleh menghafaznya pada hari itu.Beliaua mempunyai ilmu yang luas. Dalam majalah al-Shahab, al-Banna menulis mengenai tafsir, akidah, mustalah hadith, sejarah Islam dan system-sistem kemasyaratan. Tulisan-tulisan itu ditulis dengan baik dan asli.

Antara kesan al-Banna kepada jiwanya itu, beliau menulis buku al-Tarbiah al-Islamiyyah wa madrasah Hassan al-Banna. Al-Qaradhawi juga membawa contoh-contoh mujahid besar ini dalam banyak tulisan-ulisannya terutama dalam bidang dakwah. Dalam buku fiqh al-Awwalawiyyat, Yusuf membawa contoh keutamaan dakwah yang dilakukan oleh al-Banna.

Dalam buku al-Tarbiah al-Islamiyyah, al-Qaradhawi menulis mengenai asas-asas pendidikan yang telah dilakukan oleh al-Banna. Al-Qaradawi menyebutkan al-Banna seorang pembina bukan penghancur. Seorang yang bekerja danbukan seorang yang hanya bercakap, seorang yang melihat realiti dan bukan seorang yang suka berkhayal.Malahan menurut al-Qaradhawi, tarbiah Ikhwan merupakan tarbiah yang terbaik kerana ia berteraskan asas pendidikan Islam yang sempurna.

Selain al-Banna, al-Qardhawi juga cukup mengagumi tokoh seperti Ustaz al-Bahi al-Khuli dan Muhammad al-Ghazali. Kedua-dua tokoh tersebut merupakan tokoh yang mendapat didikan daripada gerakan Ikhwan. Menurut al-Qaradhawi bahawa didikan gerakan Ikhwan lebih memberi kesan kepada jiwanya daripada pendidikan formal yng dipelajarinya di al-Azhar dan giuru-gurunya dengan tidak menafikan sumbangan mereka dalam membentuk peribadi dn keilmunnya.

Ustaz al-Bahi al-Khuli merupakan orang yang bertanggungjawab mendiduk al-Qaradhawi dalam gerakan ikhwan kerana beliau merupakan ketua markaz Ikhwan bagi kawasan al-Gharbiyah. Beliau sering menyampaikan ceramah-ceramah umum di markaz ikhwan. Hasil ceramah yang beliau sampaikan itu kemudian dihimpunkan menjadi sebuah buku yang berjudul tazkirah al-du’at. (Peringatan buat Juru dakwah). Al-Qaradhawi bergabung bersama dengan al-Bahi al-Khuli dalam halaqah yang diberi nama Kutaibah al-Zabih. Yang dimaksudkan dengan al-Zabih adalah nabi Allah Ismail yang bersama ayahnya nabi Ibrahim membina Kaabah. Antara yang menyertai halaqah ini ialah Ahmad Asal, Muhmmad Damardasy Murad, Abdul Azim al-Dib, Abdul Wahab al-Batattanuni. Halaqah ini diadakan pada setiap hari Isnin selepas solat subuh. Sementara ini, sebelum fajar subuh mereka melakukan amalan –amalan kerohanian sehingga merasai kenikmatan dan sausana ketuhanan yang sangat tinggi. Begitu juga, hubungan al-Qaradhawi dengan Muhammad al-Ghazali amat rapat dan perkenalan mereka bermula sejak al-Qaradhawi masih lagi menuntut di Tanta.

Dalam bidang akademik, beliau terpengaruh dengan Muhamad Abdullah Darraz. Menurut al-Qaradhawi, Muhammad Darraz ini mempunyai keluasan ilmu dan pemikiran Islam yang asli terutama dalam buku-bukunya seperti falsafah al-Akhlaq fi al-Quran.Begitu juga beliau mepunyai hubungan khusus dengan Syeikh Mahmud Syaltut sebelum beliau menjadi Syeikh al-Azhar dan juga dengan syeikh Abdul Halim Mahmud yang mengajar subjek falsafah kepada beliau.Al-Qaradhawi bersama rakan-rakannya sentiasa berjumpa dan menziarahi Mahmud Syaltut dan Abdul Halim Mahmud untuk berbincang mengenai Islam dengan mereka.Pada tahun empat kuliah Usuluddin, Abdul Halim Mahmud mengajar al-Qaradhawi dalam subjek tasauf dengan rujukan khusus kepada buku al-Munqidh min al-Dalal karya Imam al-Ghazali.

Di al-Azhar beliau jug belajar dengan Muhmmad Mukhtar Badir dan Muhammad Amin Abu al-Raus kedua-dua merupakan guru tafsir, Muhammad Ahmadain dan Abu Hamid al-Sazali guru dalam bidang ilmu hadith, Salih Ashraf al-Isawi, Muhammd Yusuf dan al-Syafi’i al-Zawahiri, guru dalam bidang ilmu tauhid, Dr. Muhammad Ghalab guru dalam bidang ilmu falsafah dan Tayyib al-Najjar guru dalam bidang Usul Fiqh.

Mereka merupakan guru-guru-guru al-Qaradhawi yang banyak mempengaruhi kehidupan ilmiahnya. Namun seperti pengakuannya, beliau bukanlah carbon copy atau kehilangn identiti diri meskipun mengagumi ketokohan mereka. Merek hanya sekadar pemberi inspirasi, model dan rujukan dari segi pemikiran dn tingkah laku sahaja. Beliau menyebutkan bahawa anatara kurnian Allah kepada saya ialah saya mengagumi seseorang tetapi tidak menjadikan saya seorang yng membuta tuli mengikutnya atau hilang identiti diri. Saya -bersyukur kepada Allah- bukan ciplakan daripada salah seorang daripada mereka, saya hanya mengmbil pemikiran atau tingkah laku dalam peribadi yang saya kagumi.

Antara peribadi yang memberi kesan kepada jiwanya juga ialah Syeikh Rashid Rida, pengarang al-Manar. Walaupun beliau tidak pernah berjumpa tetapi pemikiran Rashid Rida menyebabkan al-Qaradhawi mengaguminya. Rashid Rida seorang juru islah abad ini yang mengemukakan idea-idea baru untuk umat Islam maju. Beliau menyarankan islah, tajdid, ijtihad dan kembali kepada al-Quran dan al-sunnah dan manhaj salafi. Beliau juga terpengaruh dengan Imam al-Ghazali, Ibn Taimiyyah dan Ibn Qaiyim.

Dalam kebanyakkan penulisannya, al-Qaradawi, beliau sering menukilkan kata-kata ketiga-tiga tokoh tersebut. Beliau menyebutkan bahawa semasa awal kehidupannya, beliau begitu mengagumi Imam Abu Hamid al-Ghazali yang mana kitab al-Ihya merupakan buku pertama yang dibaca semasa kecil, kemudian membaca buku-buku peninggalan Ibn Taimiyyah, maka beliau mengaguminya. Ia memberi kesan kepada pemikiran dan jiwanya. Ia merupakan peribadi yang menberi pemikiran pertama kepadanya.. Beliau juga mengagumi anak muridnya Imam Ibn Qaiyim.. Walaupun beliau mengagumi kedua-dua tokoh tersebut, ia tidak menghalang untuk berbeza dalam setengah-setengah isu sepertimana kedua-dua tokoh tersebut berbeza pendapat dengan orang-orng terdahulu daipada mereka.

Sejak muda lagi, al-Qardhawi didedahkan dengan tokoh-tokoh islah dan mujadid Islam yang besar sama ada melalui hubungan secara individu tersebut atau melalui bacaan tulisan-tulisan tokoh tersebut. Secara kesimpulannya, kita dapati orang yang ingin menjadi tokoh besar kemudian hari, kehidupannya bermula sejak muda lagi. Al-Qaradhawi telah mengenali tokoh-tokoh besar Islam sejak dalam usia yang terlalu muda.

Menurut al-Qaradawi, hubungan dengan Muhammd al-Ghazali bermula pada tahun 1940an. Ketika itu, al-Qaradhawi di akhir peringkat rendah dan pada awal peringkat menengah di Maahad Tanta selepas beliau berkecimpung dengan gerakan Ihkwan. Hubungan mereka bertambah erat apabila mereka di penjara akibat peristiwa penangkapan terhadap pemimpin Ikhwan pada Disember 1948. pada ketika itu al-Qaradhawi masih lagi menuntut di tahun lima Maahad Tanta.Beliau ditahan di penjara Tanta selama sebulan sebelum dibawa ke penjara Tur. Beliau ditahan bersama rakan-rakannya. Antaranya Ahmad Asal, Hikmat Bakir, Shafiq Abu Basha, Haji Ibrahim Bajuri, Husni al-Zamrani,Haji Mahmud Ubait, Jamluddin Fakiah, Muhammad Damradish Murad dan Misbah Muhammad Abduh.

Semasa di penjara Tur, al-Qaradhawi tinggal bersama dengan Muhammad al-Ghazali dalam satu sel. Al-Qaradwi begitu gembira apabila ia mengetahui al-Ghazali bersama beliau dalam bilik penjara tersebut. Dalam penjara ini, Muhammad al-Ghazali menyampaikan pengajian dan siri syarahan kepada mereka. Mereka juga telah melantik Muhammad al-Ghazali sebagai ketua mereka apabila al-Bahi al-Khuli berpindah penjara di Kaherah. Dalam penjara ini juga, al-Qaradawi mengenali Sayyid Sabiq, pengarang kitab Fiqh al-Sunnah.

Rakan-rakannya.

Antara rakan-rakan karibnya ialah Abdullah Uqail, Ahmad Asal, Abdul Wahab al-Batattuni, Muhammad Saftawi, Abdul Wadud al-Syalabi . Manakala rakannya dari Malaysia.ialah Ustaz Dahlan Arshad yang merupakan kenalan mereka sejak tahun 1970an ketika al-Qaradhawi datang ke Malaysia dan beliau merupakan orang yang dipercayai oleh al-Qaradhawi untuk menterjemahkan ceramahnya apabila al-Qaradhawi berada di Malaysia. Di samping irtu, beliau juga berkenalan dengan Datuk Seri Anwar Ibrahim ketika Anwar menjadi Presiden ABIM. Hubungan dengan kepimpinan ABIM terus berjalan dari saat itu sehingga kini. Setiap kali beliau datang ke Malaysia, tempat yang wajib beliau ziarahi adalah pejabat ABIM. Menurut penelitian penulis, ABIM merupakan gerakan Islam pertama yng mengundang al-Qaradhawi untuk datang ke Malaysia dan mengenalkannya kepada masyarakat Islam di sini. Sejak itu, al-Qaradhawi mulai dikenali dan akhir-akhir ini ia semakin dikenali melalui buku-buku terjemahan dan ada buku-bukunya yang dijadikan teks pengajian universiti di Malaysia. Oleh itu, ABIM berkongsi pengalaman dengan al-Qaradhawi dalam mewarnai aliran sederhana dalam masyarakat Islam di Malaysia yang semakin subur kini.

Ilmu-ilmu yang diminatinya.

Al-Qaradhawi amat mencintai segala ilmu Islam dan ilmu yang dapat membantu ilmu-ilmu Islam tersebut. Sebagai seorang ulamak besar, mencintai ilmu merupakan satu kemestian. Penulis pernah berjumpa dengan al-Qaradawi di Pameran Buku Antarabangsa di Kaherah pada tahun 1994 dan meneliti buku-buku terbaru. Beliau sentiasa membeli buku-buku terbaru. Ini menunjukkan minatnya membeli dan membaca buku-biku walaupun telah menjadi ulamak besar.

Menurutnya, beliau sangat mencintai bahasa Arab kerana bahasa Arab merupakan lidah rasmi Islam. Di samping itu, bahasa Arab merupakan syarat memahami al-Quran dan al-Sunnah,. Beliau menyebutkan bahawa pada hakikkatnya, saya sangat mencintai segala jenis ilmu Islam serta ilmu-ilmu bantu yang dapat memberi kefahaman ilmu-ilmu Islam itu. Oleh itu, saya amat mencintai bahasa Arab kerana bahasa Arab merupakan lidah rasmi Islam. Di samping itu, bahasa Arab adalah syarat memahami al-Quran dan al-Sunnah, ijtihad dan cara pengambilan hukum.

Menurut al-Qaradhawi, bahawa beliau menghadapi dua pendirian terpenting dalam memilih pengkhususan pengjiannya iaitu pertama selepas tamat sijil menengah untuk memilih kuliah yang ingin dimasukinya. Banyak orang menasihati beliau agar menyambung pelajran di Kuliah Darul Ulum di Uniersiti Fuad I (Universiti Kaherah) atau Kuliah Bahasa Arab di Universiti al-Azhar kerana mereka mengetahui kebolehannya dalam bahas Arab dan kesusasteran dan mengubah puisi sejak awal usia. Tetapi beliau secara peribadi memilih Usuluddin kerana saya sangat mencintai ilmu-ilmunya. Ini juga disebabkan beliau pernah belajar pada peringkat rendah dan menengah di al-Azhar dari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bahasa Arab. Perkara ini sudah memadai untuk belajar sendiri. Sementara kuliah Usuluddin mempunyai subjek tafsir, hadith, akidah, falsafah, akhlak, sejarah Islam yang merupakan subjek asas dalam membentuk akal pemikiran Islam. Oleh itu, beliau memasuki kuliah Usuluddin dan tamat dengan menjadi graduannya.

Pendirian kedua yang beliau ambil ialah selepas penubuhan bahagian pengajian tinggi di kuliah Usuluddin pada tahun 1957. Ia mempunyai dua jabatan iaitu Jabatan Tafsir dan Hadith dan Jabatan Akidah dan Falsafah. Setiap jabatan tersebut mempunyai keistimewaannya tersendiri. Keistimewaan jabatan yang pertama adalah nyata dan keistimewaan jabatan kedua kerana ia merupakan wasilah untuk mengetahui pemikiran dunia, falsafah-falsafah semasa, sejarah pemikiran dan menolak pemikiran yang salah dari perspektif Islam. Ijazahnya mencukupi syarat untuk memasuki kedua-dua jabatan tersebut. Walaupun begitu, markah dalam pelajaran akidah dan falsafah lebih tinggi. Beliau berbelahbagi untuk memilih antara jabatan tersebut sehinggalah beliau berjumpa dengan gurunya Dr. Muhammad Yusuf Musa. Beliau menyarankannya agar memasuki Jabatan Tafsir dan Hadith.

Al-Qaradawi menyebutkan bahawa Dr. Muhammad Yusuf Musa menceritakan mengenai dirinya yang merupakan profesor dalam bidang falsafah tetapi sekarang mengajar di kuliah Syariah. Syariah merupakan asas dan matlamat. Beliau menyebutkan saya mempunyai asas dalam bidang falsafah yang membolehkan saya membaca sendiri.

Oleh itu, kita dapati al-Qaradhawi mempunyai keluasaan ilmu Islam semua bidang hasil pembelajaran di fakulti Usuluddin dan juga melalui pembacan buku-buku.Sebagai seorang ulamak, beliau bukan sahaja pakar dalam sesuatu bidang yang dipelajari tetapi juga dalam ilmu yang berkaitan dengan ilmu-ilmu Islam seperti fiqh dan usul fiqh. Malahan banyak orang menyangka beliau adalah graduan dari kuliah Syariah. Sebenarnya, beliau adalah anak didik dari kuliah Usuluddin. Oleh kerana beliau sentiasa mengambil berat mengenai kebebasan dari taqlid,ijtihad, membuat tarjih antara pendapat-pendapat ulamak dan mengeluarkan fatwa maka orang ramai menyangka beliau adalah graduan kuliah Syariah.

Beliau menyebutkan bahwa sekarang saya membaca segala ilmu-ilmu Islam. tafsir, hadith, fiqh, usul Fiqh, tauhid, sejarah, tasawuf dan akhlak, Ramai orang menyangka –kerana saya lebih tumpu kepada fiqh dan usul Fiqh- saya graduan kuliah Syariah.Sebenarnya, saya anak didik kuliah Usuluddin tetapi perjuangan kebebasan dari taqlid dan asabiyyah menjadikan saya lebih tertumpu kepada kefahaman al-Quran dan al-sunnah, membuat perbandingan antara pendapat-pendapat ulamak dan mazhab dengan merujuk kepada dalil-dalil asli. Di samping itu, saya sentiasa mengeluarkan fatwa-fatwa sejak dahulu lagi secara tulisan dan bertutur.

Al-Qaradawi mengakui bahawa beliau bukan sahaja membaca buku-buku mengenai ilmu-ilmu Islam tetapi juga buku-buku kesusasteraan, sejarah falsafah, pendidikan, sosiologi, ekonomi dan lain-lain dari ilmu kemanusiaan. Beliau mempunyai perpustakaan sendiri yang mengandungi buku-buku rujukan dalam ilmu-ilmu tersebut.Walaupun begitu, beliau sentiasa berhati-hati keika membaca buku-buku tersebut kerana dikhuatiri ada unsur-unsur serangan pemikiran terutama ilmu-ilmu mengenai agama dan aliran-aliran ynag bertentangan dengan Islam. Beliau mengakui ilmu-ilmu tersebut merupakan kemestian dalam membentuk seorang tokoh muslim semasa.

Pekerjan rasmi dan anugerah

Al-Qaradhawi pernah menjawat beberapa jawatan. Antara jabatan-jawatan tersebut ialah :

i. Penyelia Hal Ehwal di Kementerian Wakaf dan Jabatan Kebudayaan Islam al-Azhar.

ii. Pengarah Kolej Agama, Qatar selama 12 tahun sejak tahun 1961

iii. Pengarah bahagian bahagian Pengajian Islam di Fakulti Pendidikan pada tahun 1973

iv. Pengasas dan Dekan Fakulti Syariah dan Pengajian Islam, Universiti Qatar.pada tahun 1977 sehingga tahun 1989/90

v. Pada tahun 1991, menjadi Pengarah Pusat Pengkajian Sunnah dan Sirah, Universiti Qatar. Beliau menjawat jawatan tersebut sehingga sekarang.

vi. Pada tahun 1990/91 menjadi pensyarah pelawat di Algeria.

Al-Qaradhawi juga menjadi ahli beberapa majlis dan yayasan tempatan dan antrabangsa yang memberi tumpuan kepada pemikiran, pengetahuan, hal ehwal Islam dan dakwah. Antaranya ialah :

1. Majlis Rabitah al-Alam al-Islami, di Mekkah,
2. Majlis Diraja Untuk Pengajian Tamadun Islam di Jordan,
3. Pusat Pengajian Islam di Oxford,
4. Majlis Universiti Islam Antarabangsa Islamabad,
5. Organisasi dakwah Islam di Khortum, Sudan
6. Mjlis Tinggi Pendidikn di Qatar
7. Majlis Pusat Penyelidikn Tamadun di Qatar
8. Ahli Lembaga fikih Islam di Mekah
9. Ahli Liga Kesusasteraan Islam
10. Ahli Gabungan ekonomi Islam di kaherah
11. Ahli Majlis dana Islam di Qatar
12. Ahli Majlis Pengajian Islam Eropah di Perancis
13. Ahli Yayasan Media Islam Antarabangsa di Islambad, Pakistan.
14. Menjawat jawatan Pengarah Lembaga Pengawasan Syariah di beberapa bank Islam. Antaranya ialah Bank al-Taqwa yang berpusat di Swizterland dan Bank Islam Qatar
15. Penasihat dalam majalah muslim Mua’asir, Islamiyyat al-Ma’rifat dan Jurnal Syariah dn Pengajian Islam, Universiti Qatar.

Beliau telah mendapat anugerah antaranya ialah :

1. Anugerah Ekonomi Islam daripada Islamic Development Bank pada tahun 1411H
2. Anugerh Antarbangsa Raja Faisal dalm bidang pengkajian Islam pada tahun 1413H bersama dengan Sayyid Sabiq.
3. Anugerah Kecermerlangan Sarjana Universiti Islam Antarbangsa Malaysia pada tahun 1996
4. Anugerah Sultan Hasan al-Bulkiah Sultan Brunei dalam bidang Fiqh pada tahun 1997.
5. Anugerah Sultan al-Uwais, Emeriat Arab Bersatu pada thun 1999.
6. Anugerah Antarabangsa Dubai pada tahun 2000

Al-Qaradhawi menceritakan bahawa beliau lebih bergembira menerima hadiah wang semasa kecil yang bernilai satu setengah junaih Mesir (RM 1000) apabila memenangi tilawah menghafal al-Quran.Hadiah tersebut lebih memberi kesan kepada jiwanya daripada menerima wang 50 ribu dollar dari Anugerah Sultan Brunei dan satu perempat juta Dirham dari Anugerah Emiriat kerana wang yang diterima semasa kecil itu telah merubah keperibadian menjadi seorang ulamak ......

Sumber Asal-Dr Rumaizuddin(Abim)http://www.mindamadani.my/content/view/102/2/-Jazakumullah Khairan Khathira